Senin, 09 Januari 2012

Modernisasi

         Ada beberapa pengertian modernisasi dari beberapa pakar, di antaranya:
  1. Menurut Wilbert E Moore, modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis yang menjdai ciri negara barat yang stabil.
  2. J. W school, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalm segala aspek-aspeknya.
        Berdasarkan pada dua pendapat di atas, secara sederhana modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern dalam seluruh aspeknya. Bentuk perubahan dalam pengertian modernisasi adalah perubahan yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasa diistilahkan dengan social planning.
        Dalam kehidupan modern tercermin:
  • alam pikiran rasional
  • ekonomis
  • efektif
  • efisien
menuju kehidupan yang makin produktif.

Masalah Sosial

       Menurut Soejono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
       Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila bersangkutan dengan hubungan antar manusia dan mengganggu keutuhan masyarakat. Pada dasarnya, masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Penyebab masalah sosial diklasifikasikan dalam 4 kategori, antara lain:
  1. Faktor ekonomi : kemiskinan, pengangguran, dll.
  2. Faktor budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
  3. Faktos biologis : penyakit menular, keracunan makanan, dll.
  4. Faktor psikologis : Penyakit syaraf, aliran sesat, bunuh diri, dll.
       Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan kebutuhan hidup (Etzoni, 1976). Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan kekerasan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus maka akan menyebabkan dampak yang sangat merusak seperti kerusuhan sosial.

Manusia sebagai Makhluk Psikologi

       Manusia adalah makhluk psikologi yang memiliki bawaan universal, unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya. Manusia disebut insan dalam bahasa arab menunjuk manusia sebagai makhluk psikologi. Kata insan berasal dari tiga asal kata, yaitu:
  1. Uns, bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak
  2. Nasa yanusu, bermakna terguncang, stress
  3. Nasiya yanasa, bermakna lupa
       Maka definisi manusia bila ditinjau dari sisi psikologinya adalah makhluk yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, jinak, terkadang stress dan sering lupa.
       Kita mungkin sering mendapati manusia dalam dua bentuk, yaitu:
  1. Manusia baik
  2. Manusia jahat

Manusia sebagai Mahluk Individu

        Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti "tak terbagi", jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
        Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis, manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan hewan. Namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk hewani apapun.
        Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakana kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan. Hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri, Ia memiliki sifat, watak, keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.

Manusia sebagai Makhluk Sosial

       Manusia sebagai makhluk individu ternyata tidak mampu hidup sendiri. Ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan bergantung pada manusia lainnya. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat.
       Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
       Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
  1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
  2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
  3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
  4. Potendi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Minggu, 08 Januari 2012

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

       Istilah "ekonomi" berasal dari kata Yunani Oikos yang berarti "keluarga, rumah  tangga" dan nomos atau "peraturan, aturan, hukum", dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga".
       Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masakah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
       Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan manusia dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhannya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunjukkan kedudukan manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).
       Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara efektif, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Manusia sebagai Makhluk Politik

Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah SWT telah memberikan watak agresif yang alami bagi setiap makhluk.

Manusia diberi kemampuan berpikir. Dengan akalnya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu, timbulah suatu cara agar manusia dapat memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu manusia dinamakan sebagai makhluk politik.

Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya.